KARAWANG, Dengarlah.com – Perencanaan keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kehidupan rumah tangga yang sehat dan sejahtera. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang melalui penyelenggaraan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) massal secara gratis di RSUD Karawang, Sabtu (27/6/2026).
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., hadir untuk melihat langsung pelaksanaan pelayanan tersebut sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai prosedur medis.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aep memberikan semangat kepada para akseptor yang mengikuti program. Ia menilai pelayanan Keluarga Berencana menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga.
MOW merupakan metode kontrasepsi permanen bagi perempuan yang dilakukan melalui tindakan operasi. Sebelum menjalani prosedur tersebut, calon peserta perlu mendapatkan penjelasan medis secara menyeluruh agar memahami manfaat, risiko, serta sifat permanen dari metode kontrasepsi yang dipilih.
Pelayanan di RSUD Karawang ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya perempuan berusia minimal 35 tahun atau di bawah 35 tahun dengan ketentuan telah memiliki sedikitnya tiga anak dan anak terakhir telah melewati usia balita.
Peserta juga harus memperoleh persetujuan tertulis dari suami serta memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan pemeriksaan tenaga medis. Kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum tindakan dilakukan.
Bupati Aep menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan pelayanan tersebut secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap program Keluarga Berencana Nasional.
“Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung program pemerintah pusat untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB),” tuturnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat semakin terbuka terhadap informasi kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan keluarga.
Akses pelayanan yang aman dan berkualitas diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi secara tepat melalui konsultasi dengan tenaga medis. (Diskominfo)










